Kamis, 23 Februari 2012 | 0:59

Archive: Sastra Subscribe to Sastra

google

Indonesiaku Hari Ini

Oleh Aprilia Suzanna Ribuan bola mata Indonesia Menari manja di selebaran warta Yang bukan hanya alunan abjad Jika bukan cerita rakyat Realita pancaroba Indonesiaku Telah menggemparkan jagad raya Terkadang menjadi insiden yang tak pernah pupus Hentikan...
hutan

Elang Pulang di Bibir Pantai

Oleh Nazar Shah Alam Mereka membelah perbukitan Menyusuri sepanjang rimba Lelaki gagah dan seorang janda sisa penjajahan Rencong dan pedang senjata tuan Darah mengalir di tanah tuan Tanah pemberani Tanah panas Tanah merah dari darah perjuangan Mereka...
bungarindu

Bukan Lagi Rindu

Oleh Muslim Bukan hati tak bersahabat Tapi rasa kadang tak tersenyum Hingga semua terasa hampa Tanpa kata, tanpa tanya Hingga jawaban adalah fatamorgana Dan cinta kini sirna Dan semua menjadi lupa Biar semua pergi berlalu Karna kini, cinta bukan...
djong

Djong (7)

LADANG Ada ladang lada membentang hingga pandangan terbentur kaki bukit terjal. Bukit batu kapur. Konon, kata Ash di sana ada sebatang bunga cempaka jingga. Bunga itu jika diramu dengan daun talas sungai Nahal akan menjadi penawar racun paling...
kopi

Sepahit Kopi Aceh

Oleh Maulidar Wati Aku berjalan setapak demi setapak mengelilingi kampungku yang sudah lama kutinggali demi meraih cita-citaku menjadi orang sukses di kampungku—oleh karena itu aku sekolah di Banda Aceh. Awalnya sangat berat kutinggali tempat...

Perempuan Bermata Pedang

Oleh Bustami bin Arbi Sorot matanya tajam menghujam ke relung sanubari. Sebilah pedang yang tergambar di semburat wajahnya seakan siap menerkam kuat ke leher lelaki kekar di depannya. Lembut suara saat bermanja ria dengan janin  yang di rahimnya,...

Balada Pemimpi Kecil

Oleh Sukma Dini Amalia Impian itu tertumpu pada derai-derai harapan Pada sepetak sawah nan jauh Pada reruntuhan bangunan yang sombong Di situlah harapan itu hidup Hidup makin sulit karena orang besar mempersulit Lihatlah secercah cahaya pada...

Cercaan

Oleh Muslim Di sudut kota itu Ku lihat kebebasan adalah raja Tiada lagi batas yang memisahkan Kau,aku dan mereka Hanyut dalam gemerlapnya malam Entah mungkin sudah lumrah Hingga kita tak perlu lagi merasa gerah Pada alam yang senantiasa mencerca Karna...
jetty

Di Sisa Dermaga yang Hilang

Oleh Bustami bin Arbi Ombak menderu bersahut-sahutan Merangkak menggebu ke bibir daratan yang dulu porak poranda Siang ini, luka-luka tusukan dan gempuran air raksasa itu sirna di pelupuk mata Tak ada lagi semburat wajah bernoda, ketika tubuh...
dialog

Djong (6)

”Tahun ular, kata mereka. Di tahun ini akan sangat banyak penindasan, akan sangat banyak kesengsaraan. Kita perlu berhati-hati. Bahkan pada orang-orang kita sendiri,” tambah lelaki itu. Aku terkejut dan melongo ke atasnya, ”siapa saja...